2 detik kemudian anak panah melesat dan hilang bagaikan masa lalu #latepost #drowranger #dusunbambu

View on Path

Advertisements

Waspada Perampok Bermodus Ban Pecah

13499347741365187031

Ilustrasi

Dear bro sis,
Mungkin ini bisa dijadiin perhatian buat temen2 yang bawa mobil,
ini terjadi pada Tante saya.
Langsung saja cekidot:

KISAH NYATA (baru terjadi sore ini (14/10/14) pd saya, Nurmala Santi )
Seperti biasa, sy pulang k rmh stlh mengajar kira2 16.30 (sdh dekat rumah, sumur batu, jakarta pusat). sy tdk curiga apa2 sampai sy belok kiri di kodam dekat ITC Cempaka mas, dari Jl.suprapto. Ada seorang laki2 naik motor dari kanan mobil saya bilang “roda belakang..roda belakang” sambil menunjuk2 ke roda belakang kanan. kira2 100 meter stlh itu ada laki2 lain naik motor juga bilang hal yg sama. Tiba2 sy ingat kejadian pd teman saya bbrp th yllu dirampok isi mobilnya stlh bbrp org pengendara motor bilang ada masalah dgn roda blkg lalu tmn sy turun dan terjadilah musibah itu. Dgn pengalaman tsb sy curiga tp juga penasaran krn sdh 3 org bilang hal yg sama, sampai akhirnya sy berhenti di bengkel tambal ban dkt zambrut,stlh turun sy kunci semua pintu dan sy check semua roda mbl tdk ada masalah. di dpn sy ada motor ikut berhenti juga isi angin (sy ingat dia salah satu org yg tadi ksh tau sy ttg ban mbl sy) tp sy msh positive thinking. Sy teruskan perjalanan ke rmh yg tinggal setengah kilo lg. lagi2 ada 3 atau 4 org laki2 bilang hal yg sama lagi !, dan anehnya sy ingat salah satu dari mereka sdh 2 kali tegur saya ??? niat banget ya kalo emang mau nolong ??. tapi saya cuekin. sampai sy belok di taman intan raya ( sy lihat salah satu dari mereka ikut belok mendahului sy, yg lain sy lihat berhenti di kanan jalan yg akhirnya ikutan belok ngikutin sy). mereka tdk tau kalau rmh sy sudah dkt sekali. Laki2 yg sama tegur sy yg ketiga kalinya dan sedikit memaksa “bu ! di check rodanya goyang, bahaya!”. sampai sy putar balik di taman dan parkir di dpn rmh tetangga sblh. sy lihat dari kaca spion dia berhenti di blkg mobil kakak sy yg parkir di dpn rmh bbrp detik dan akhirnya mendekat ke mbl sy lagi, mepet ke kaca kanan kiri (2 org) dan suruh sy turun utk check roda !, Kalau sy turun mungkin org di pintu kiri sy akan ambil tas sy, untung kakak laki2 saya cepat keluar stlh sy panggil. Mereka langsung pergi. Dan sy lihat bbrp motor yg tadi mengikuti sy juga langsung bubar. kira2 ada 5 motor lebih, dan stlh kasih tau korbannya gantian, mereka putar laki dan kasih tau lg seolah2 ada bnyk org yg perduli dg kita, pdhl mereka tdk tau kalau sy lama2 curiga kayanya orang yg sama bbrp kali ksh tau sy!. utk teman2 dan saudara , harus hati-hati ,ada bnyk kejadian spt ini, dan hr ini terjadi pd sy. Alhamdulillah Allah lindungi sy dari musibah ini. Tolong ambil hikmah dari kejadian ini. dari dulu motif spt ini sdh ada dan trnyt msh di coba oleh gerombolan penjahat. Sasarannya perempuan nyetir mobil sendirian. So, jgn pernah percaya sama org2 di jalan yg tdk kita kenal, harus terus berdoa dan jgn ngelamun. Mudah2an pengalaman ini bermanfaat utk semua.

Alhamdulillah tante saya dilindungi Allah dan bisa lolos dari ‘jebakan’ tersebut, Semoga temen2 selalu dalam lindungan-Nya dan dijauhkan dari hal-hal seperti ini.

RAHASIA SI SUAMI TERBONGKAR!

Image

Pernikahan itu telah berjalan empat (4) tahun, namun pasangan suami isteri itu belum dikurniai seorang anak. Dan mulailah kanan kiri berbisik-bisik: “Masih belum punya anak juga ya, masalahnya pada siapa ya? Suaminya atau isterinya ya?”. Dari berbisik-bisik, akhirnya menjadi buah mulut .

Tanpa sepengetahuan siapa pun, suami isteri itu pergi ke salah seorang doktor untuk konsultasi, dan melakukan pemeriksaaan. Hasil ujian makmal
mengatakan bahwa sang isteri adalah seorang wanita yang mandul, sementara sang suami tidak ada masalah apa pun dan tidak ada harapan bagi sang isteri untuk sembuh dalam arti tidak peluang baginya untuk hamil dan mempunyai anak.

Melihat hasil seperti itu, sang suami mengucapkan: inna lillahi wa inna ilaihi raji’un, lalu menyambungnya dengan ucapan: Alhamdulillah.

Sang suami seorang diri memasuki ruang doktor dengan membawa hasil ujian makmal dan sama sekali tidak memberitahu isterinya dan membiarkan sang isteri menunggu di ruang tunggu perempuan yang terpisah dari kaum laki-laki.

Sang suami berkata kepada sang doktor: “Saya akan panggil istri saya untuk masuk ruangan, akan tetapi, tolong, nanti anda jelaskan kepada isteri saya bahwa masalahnya ada pada saya, sementara dia tidak ada masalah apa-apa.

Terus saja sang doktor menolak dan terheran-heran. Akan tetapi sang suami terus memaksa sang doktor, akhirnya sang doktor setuju untuk mengatakan kepada sang isteri bahwa masalah tidak datangnya keturunan, ada pada sang suami dan bukan ada pada sang isteri.

Sang suami memanggil sang isteri yang telah lama menunggunya, dan tampak pada wajahnya kesedihan dan kemuraman. Lalu bersama sang isteri ia memasuki ruang doktor. Maka sang dokter membuka sampul hasil ujian makmal, lalu membaca dan mentelaahnya, dan kemudian ia berkata: “… Oooh, kamu –wahai fulan- yang mandul, sementara isterimu tidak ada masalah, dan tidak ada harapan bagimu untuk sembuh.

Mendengar pengumuman sang doktor, sang suami berkata: inna lillahi wa inna ilaihi raji’un, dan terlihat pada raut wajahnya, wajah seseorang yang menyerah kepada qadha dan qadar Allah SWT.

Lalu pasangan suami isteri itu pulang ke rumahnya, dan secara perlahan namun pasti, tersebarlah berita tentang rahasia tersebut ke para tetangga, kerabat dan sanak saudara.

Lima (5) tahun berlalu dari peristiwa tersebut dan sepasang suami isteri bersabar, sampai akhirnya datanglah detik-detik yang sangat menegangkan, di mana sang isteri berkata kepada suaminya: “Wahai suami ku , saya telah bersabar selam sembilan (9) tahun, saya tahan-tahan untuk bersabar dan tidak meminta cerai darimu, dan selama ini semua orang berkata:” betapa baik dan shalihah-nya sang isteri itu yang terus setia mendampingi suaminya selama sembilan tahun, padahal dia tahu kalau dari suaminya, ia tidak akan memperoleh keturunan”. Namun, sekarang rasanya saya sudah tidak dapat bersabar lagi, saya ingin agar engkau segera menceraikan saya, agar saya boleh menikah dengan lelaki lain dan mempunyai keturunan darinya, sehingga saya dapat melihat anak-anakku, menimangnya dan mengasuhnya.

Mendengar emosi sang isteri yang memuncak, sang suami berkata: “isteriku, ini cubaan dari Allah SWT, kita mesti bersabar, kita mesti …, mesti … dan mesti …”. Singkatnya, bagi sang isteri, suaminya malah berceramah di hadapannya.

Akhirnya sang istri berkata: “OK, saya akan tahan kesabaranku satu tahun lagi, ingat, hanya satu tahun, tidak lebih”. Sang suami setuju, dan dalam dirinya, dipenuhi harapan besar, semoga Allah SWT memberi jalan keluar yang terbaik bagi keduanya.

Beberapa hari kemudian, tiba-tiba sang isteri jatuh sakit, dan hasil ujian makmal mengatakan bahwa sang isteri mengalami gagal ginjal. Mendengar keterangan tersebut, jatuhnya psikologis sang isteri, dan mulailah memuncak emosinya. Ia berkata kepada suaminya: “Semua ini gara-gara kamu, selama ini aku menahan kesabaranku, dan jadilah sekarang aku seperti ini, kenapa selama ini kamu tidak segera menceraikan saya, saya kan ingin punya anak, saya ingin membelai dan menimang bayi, saya kan … saya kan …”. Sang istri pun terlantar di hospital.

Di saat yang genting itu, tiba-tiba suaminya berkata: “Maaf, saya ada tugas keluar negeri, dan saya berharap semoga engkau baik-baik saja”. “Haah, pergi?”. Kata sang isteri. “Ya, saya akan pergi kerana tugas dan sambil mencari donatur ginjal, semoga dapat”. Kata sang suami.

Sehari sebelum pembedahan , datanglah sang donatur ke tempat pembaringan sang istri. Maka disepakatilah bahwa besok akan dilakukan operasi pemasangan ginjal dari sang donatur.

Saat itu sang isteri teringat suaminya yang pergi, ia berkata dalam dirinya: “Suami tak berguna dia itu, isterinya dibedah , eh dia malah pergi meninggalkan diriku terkapar dalam ruang pembedahan”.

Pembedahan berhasil dengan sangat baik. Setelah satu minggu , suaminya datang, dan tampaklah pada wajahnya tanda-tanda orang yang kelelahan.

Ketahuilah bahwa sang donatur itu tidak ada lain orang melainkan sang suami itu sendiri. Ya, suaminya telah menghibahkan satu ginjalnya untuk istrinya, tanpa sepengetahuan sang isteri, tetangga dan siapa pun selain doktor yang dipesannya agar menutup rapat rahsia tersebut.

Dan subhanallah …

Setelah sembilan (9) bulan dari pembedahan itu, sang isteri melahirkan anak. Maka bergembiralah suami istri tersebut, keluarga besar dan para tetangga.

Suasana rumah tangga kembali normal, dan sang suami telah menyelesaikan studi S2 dan S3-nya di sebuah fakulti syari’ah dan telah bekerja sebagai seorang panitera di sebuah mahkamah di Jeddah. Ia pun telah menyelesaikan hafalan Al-Qur’an dan mendapatkan sanad dengan riwayat Hafs, dari ‘Ashim.

Pada suatu hari, sang suami ada tugas out station, dan ia lupa menyimpan buku hariannya dari atas meja, buku harian yang selama ini ia sembunyikan. Dan tanpa sengaja, sang isteri mendapatkan buku harian tersebut, membuka-bukanya dan membacanya.

Hampir saja ia terjatuh pingsan saat menemukan rahsia tentang diri dan rumah tangganya. Ia menangis meraung-raung. Setelah agak reda, ia menelefon suaminya, dan menangis sejadi-jadinya, ia berkali-kali mengulang permohonan maaf dari suaminya. Sang suami hanya dapat membalas suara telefon isterinya dengan menangis pula.

Dan setelah peristiwa tersebut, selama tiga bulan sang isteri tidak berani menatap wajah suaminya. Jika ada keperluan, ia berkata dengan menundukkan mukanya, tidak ada kekuatan untuk memandangnya sama sekali.

(Diterjemahkan dari kisah yang dituturkan oleh teman tokoh cerita ini, yang kemudian ia tulis dalam email dan disebarkan kepada kawan-kawannya)

Hukum mengucapkan selamat hari raya kepada pemeluk agama lain

Image

Assalamualaikum brother, ada artikel menarik yg perlu kita cermati nih :

Penyusun: Ummu Aiman
Muraja’ah: Ustadz Abu Salman
Setiap bulan Desember umat nasrani merayakan hari raya agama mereka, yaitu Hari Natal yang jatuh pada tanggal 25 Desember. Mendekati bulan ini, beberapa sudut pertokoan mulai ramai dengan hiasan natal. Supermarket-supermarket yang mulanya sepi-sepi saja, kini dihiasi dengan pernak-pernik natal. Media massa pun tidak ketinggalan ikut memeriahkan hari raya ini dengan menayangkan acara-acara spesial natal.
Disudut kampus, seorang mahasiswi berkerudung menjabat tangan salah seorang teman wanitanya yang beragama nasrani sambil berkata, “Selamat Natal ya…” Aih-aih, tidak tahukah sang muslimah ini bagaimana hukum ucapan tersebut dalam syariat Islam?
Saudariku, banyak sekali umat Islam yang tidak mengetahui bahwa perbuatan ini tidak boleh dilakukan, dengan tanpa beban dan tanpa merasa berdosa ucapan selamat natal itu terlontar dari mulut-mulut mereka. Mereka salah kaprah tentang toleransi beragama sehingga dengan gampang dan mudahnya mereka mengucapkan selamat natal pada teman dan kerabat mereka yang beragama nasrani. Lalu bagaimana sebenarnya pandangan islam dalam perkara ini? Berikut ini adalah bahasan seputar natal yang disusun dari beberapa fatwa ulama.
Natal Menurut Islam
Peringatan Natal, memiliki makna ‘Memperingati dan mengahayati kelahiran Yesus Kristus’ (Kamus Besar Bahasa Indonesia, Depdiknas terbitan Balai Pustaka). Menurut orang-orang nasrani, Yesus (dalam Islam disebut dengan ‘Isa) dianggap sebagai anak Tuhan yang lahir dari rahim Bunda Maria. Hal ini tentu sangat bertentangan dengan syariat Islam yang mengimani bahwa Nabi ‘Isa ‘alaihis sallam bukanlah anak Tuhan yang dilahirkan ke dunia melainkan salah satu nabi dari nabi-nabi yang Allah utus untuk hamba-hamba-Nya.
Allah Ta’ala berfirman dalam QS Maryam: 30 yang artinya, “Isa berkata, ‘Sesungguhnya aku ini adalah hamba Allah (manusia biasa). Dia memberikan kepadaku Al Kitab (Injil) dan menjadikanku sebagai seorang Nabi.’”
Wahai Saudariku, maka barangsiapa dari kita yang mengaku bahwa dirinya adalah seorang muslim, maka ia harus meyakini bahwa ‘Isa adalah seorang Nabi yang Allah utus menyampaikan risalah-Nya dan bukanlah anak Tuhan dengan dasar dalil di atas.
Tentang Ucapan Selamat Natal
Atas nama toleransi dalam beragama, banyak umat Islam yang mengucapkan selamat natal kepada umat nasrani baik kepada kerabat maupun teman. Menurut mereka, ini adalah salah satu cara untuk menghormati mereka. Ini alasan yang tidak benar, sikap toleransi dan menghormati tidak mesti diwujudkan dengan mengucapkan selamat kepada mereka karena di dalam ucapan tersebut terkandung makna kita setuju dan ridha dengan ibadah yang mereka lakukan. Jelas, ini bertentangan dengan aqidah Islam.
Ketahuilah saudariku, hari raya merupakan hari paling berkesan dan juga merupakan simbol terbesar dari suatu agama sehingga seorang muslim tidak boleh mengucapkan selamat kepada umat nasrani atas hari raya mereka karena hal ini sama saja dengan meridhai agama mereka dan juga berarti tolong-menolong dalam perbuatan dosa, padahal Allah telah melarang kita dari hal itu:
Dan janganlah kamu tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. (QS Al Maidah: 2)
Ketahuilah wahai saudariku muslimah, ketika seseorang mengucapkan selamat natal kepada kaum nasrani, maka di dalam ucapannya tersebut terdapat kasih sayang kepada mereka, menuntut adanya kecintaan, serta menampakkan keridhaan kepada agama mereka. Seseorang yang mengucapkan selamat natal kepada mereka, sama saja dia setuju bahwa Yesus adalah anak Tuhan dan merupakan salah satu Tuhan diantara tiga Tuhan. Dengan mengucapkan selamat pada hari raya mereka, berarti dia rela terhadap simbol-simbol kekufuran. Meskipun pada kenyataannya dia tidak ridha dengan kekafiran, namun tetap saja tidak diperbolehkan meridhai syiar agama mereka, atau mengajak orang lain untuk memberi ucapan selamat kepada mereka. Jika mereka mengucapkan selamat hari raya mereka kepada kita, hendaknya kita tidak menjawabnya karena itu bukan hari raya kita, bahkan hari raya itu tidaklah diridhai Allah.
Ibnul Qayyim rahimahullah menyebutkan, adapun ucapan selamat terhadap simbol-simbol kekufuran secara khusus disepakati hukumnya haram misalnya mengucapkan selamat atas hari raya atau puasa mereka dengan mengatakan, ‘Hari yang diberkahi bagimu’ atau ‘Selamat merayakan hari raya ini’, dan sebagainya. Yang demikian ini, meskipun si pengucapnya terlepas dari kekufuran, tetapi perbuatan ini termasuk yang diharamkan, yaitu setara dengan ucapan selamat atas sujudnya terhadap salib, bahkan dosanya lebih besar di sisi Allah dan kemurkaan Allah lebih besar daripada ucapan selamat terhadap peminum khamr, pembunuh, pezina, dan lainnya dan banyak orang yang tidak mantap pondasi dan ilmu agamanya akan mudah terjerumus dalam hal ini serta tidak mengetahui keburukan perbuatannya. Barangsiapa mengucapkan selamat kepada seorang hamba karena kemaksiatan, bid’ah, atau kekufuran, berarti dia telah mengundang kemurkaan dan kemarahan Allah.
Dengan demikian, tidaklah diperkenankan seorang muslim mengucapkan selamat natal meskipun hanya basa-basi ataupun hanya sebagai pengisi pembicaraan saja.
Menghadiri Pesta Perayaan Natal
Hukum menghadiri pesta perayaan natal tidak jauh bedanya dengan hukum mengucapkan selamat natal. Bahkan dapat dikatakan bahwa hukum menghadiri perayaan natal lebih buruk lagi ketimbang sekedar memberi ucapan selamat natal kepada orang kafir karena dengan datang ke perayaan tersebut, maka berarti ia ikut berpartisipasi dalam ritual agama mereka. Dan dengan menghadiri pesta perayaan tersebut berarti telah memberikan kesaksian palsu (Syahadatuzzur) terhadap ibadah yang mereka lakukan dan ini dilarang dalam agama Islam (lihat Tafsir Taisir Karimirrahman, Surat Al Furqon ayat 72).
Allah berfirman yang artinya:
Katakanlah: “Hai orang-orang kafir. Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah. Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah. Untukmu agamu, dan untukkulah agamaku.”
Maka Saudariku, seorang muslim diharamkan untuk hadir pada perayaan keagamaan di luar agama islam baik ia diundang ataupun tidak.
Hukum Merayakan Tahun Baru
Beberapa hari setelah natal berlalu, masyarakat mulai disibukkan dengan persiapan menyambut tahun baru masehi pada tanggal satu Januari. Bagaimana Islam memandang hal ini?
Saudariku, Allah telah menganugerahkan dua hari raya kepada kita, yaitu Idul Fitri dan Idul Adha dimana kedua hari raya ini disandingkan dengan pelaksanaan dua rukun yang agung dari rukun Islam, yaitu ibadah haji dan puasa Ramadhan. Di dalamnya, Allah memberi ampunan kepada orang-orang yang melaksanakan ibadah haji dan orang-orang yang berpuasa, serta menebarkan rahmat kepada seluruh makhluk.
Ukhti, hanya dua hari raya inilah yang disyariatkan oleh agama Islam. Diriwayatkan dari Anas radhiallahu ‘anhu bahwa ia berkata, “Ketika Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam datang ke Madinah, penduduk Madinah memiliki dua hari raya yang mereka bermain-main di hari raya itu pada masa jahiliyyah, lalu beliau bersabda: ‘Aku datang kepada kalian sedangkan kalian memiliki dua hari raya yang kalian bermain di hari itu pada masa jahiliyyah. Dan sungguh Allah telah menggantikannya untuk kalian dengan dua hari yang lebih baik dari keduanya, yaitu hari raya Idul Adha dan idul Fitri.’” (Shahih, dikeluarkan oleh Ahmad, Abu Daud, An-Nasa’I, dan Al-Baghawi)
Maka tidak boleh umat Islam memiliki hari raya selain dua hari raya di atas, misalnya Tahun Baru. Tahun Baru adalah hari raya yang tidak ada tuntunannya dalam Islam. Disamping itu, perayaan Tahun Baru sangat kental dengan kemaksiatan dan mempunyai hubungan yang erat dengan perayaan natal. Lihatlah ketika para remaja berduyun-duyun pergi ke pantai saat malam tahun baru untuk begadang demi melihat matahari terbit pada awal tahun, kebanyakan dari mereka adalah berpasang-pasangan sehingga tentu saja malam tahun baru ini tidak lepas dari sarana-sarana menuju perzinaan. Jika tidak terdapat sarana menuju zina, maka hal ini dapat dihukumi sebagai perbuatan yang sia-sia. Ingatlah saudariku, ada dua kenikmatan dari Allah yang banyak dilalaikan oleh manusia, yaitu kesehatan dan waktu luang (HR Bukhari). Maka janganlah kita isi waktu luang kita dengan hal sia-sia yang hanya membawa kita ke jurang kenistaan dan menjadikan kita sebagai insan yang merugi.
Saudariku, Allah telah menyempurnakan agama ini dan tidak ada satupun amal ibadahpun yang belum Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sampaikan kepada umatnya. Maka tidak ada lagi syari’at dalam Islam selain yang telah Allah wahyukan kepada Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, tidak ada lagi syari’at dalam Islam selain yang telah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ajarkan pada kita. Saudariku, ikutilah apa yang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tuntunkan kepada kita, janganlah engkau meniru-niru orang kafir dalam ciri khas mereka. Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka ia merupakan bagian dari kaum tersebut (Hadits dari Ibnu ‘Umar dengan sanad yang bagus). Setiap diri kita adalah pemimpin bagi dirinya sendiri dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang ia pimpin. Semoga Allah senantiasa menyelamatkan agama kita. Wallaahu a’lam.
Maraji’:
Fatwa: Natal Bersama. Majalah Al-Furqon Edisi 4 Tahun III.
Fatwa: Natal Bersama. Majalah Al-Furqon Edisi 4 Tahun IV.
Fatwa-Fatwa Terkini 2. Cetakan ketiga. Tahun 2006. Darul Haq.
Bulletin At-Tauhid Edisi 96 Tahun II.
***
Artikel www.muslimah.or.id 

Pengalaman ditipu oleh Kaz*o

Mas HPnya bagus, boleh pinjem? oh boleh.. ini. Hmm HP ini kalo dimasukkin ke air tenggelam gak ya? Ya iyalah mba. Hmm masa si, coba saya tes dulu ya.. Jangan-jangan.. tujuannya apa ini? Ah cm tes aja mas *sambil masukkin HP. Eh iya mas tenggelam. *%^%$#^%$

Kutipan di atas adalah sebuah perumpamaan dari kejadian yang saya alami beberapa waktu lalu, kejadian ini juga ternyata dialami oleh beberapa orang dengan metode yang hampir sama (saya share link terkait di bawah).

Saya share di sini tidak ada maksud untuk menjelekkan satu pihak, hanya sebagai warning bagi teman2 yang mungkin akan mengalami hal yang sama jika kurang berhati2 ketika jalan ke mall. Be smart and always focus what will you buy!

Kejadian ini terjadi pada 2/7/2013 di salah satu ITC di Jakarta. Pada waktu itu saya pergi ke sana untuk membeli sebuah DVD External karena DVD writer laptop tidak bisa dipakai. Pukul 1 siang saya baru bangun karena semalam kerja sampai pagi. Kondisi badan sehat namun fikiran masih belum 100%. Setengah 2 berangkat, dan ambil uang di atm ITC, sepertinya ketika saya ambil uang ada yang memperhatikan dari jauh karena ketika hendak naik lift ada seorang wanita menghampiri saya meminta survey dan berhadiah souvenir gratis. Karena saya tidak diburu waktu, saya mengikuti saja ajakannya dan diajak masuk ke tokonya. Kemudian saya bertemu dengan 1 temannya lagi, laki2.

V : Sini mas duduk.

F : makasih.

V : Kita kenalan dulu, saya V dan ini R.

F : Saya Fahmi.

V : Jadi gini mas, kami sedang melakukan survey mengenai produk kami yang akan launch beberapa bulan lagi. Kami ingin meminta pendapat mas tentang produk mana yang akan laku di pasar. Silahkan dilihat buku ini, ini produk-produk kami.

F : oh begitu.. (lihat2 buku produk, ada kompor listrik, panci, home theater, dll – Harga > 8juta o_O )

V : Silahkan dipilih mas produk mana yang kira2 akan laku, setelah memilih mas akan dapat satu amplop berisi barcode yang kemudian bisa dicocokkan barcodenya dengan list hadiah berikut.

F : oh ini mba, kompor listrik.

V : Ok mas terima kasih,tapi kok ga pilih home theater nih, biasanya anak muda pilih home theater, ini malah kompor. 🙂

F : haha gpp mba, bagus kompornya. 😀

V : Ok klo gitu, silahkan pilih amplopnya. Mas Fahmi termasuk orang yang beruntung ga?

F : hmm gimana ya, kayanya ga deh mba.

V : ooh tapi coba pilih dulu amplopnya.

F : yang ini mba. hmm.. ini voucher 500rb dan ada barcodenya, tapi kodenya ga ada di list mba, ini 008 sedangkan di list 009

V : ooh masa si mas, coba cocokkan lagi. eh iya ya beda. sebentar sebentar.. saya telepon pusat dulu. *pura2 bingung

P : oh coba saya mau bicara sama bpk Fahmi. Halo pak Fahmi..

F : iya betul pak

P : Barusan saya diberi tahu oleh V mengenai barcode yang bpk dapatkan. Kami akan cek dulu di sistem, mohon tunggu sebentar ya

F : Oh iya pak silahkan

P : Jadi begini pak, kode yang bapak dapatkan memang tidak ada di list karena kode ini merupakan kode spesial, hanya 10 orang yg dpt hadiah spesial ini. Hadiah spesial ini berupa 3 hadiah sekaligus. Selamat ya pak!

F : oh begitu ya pak *masih belum yakin

P : ok klo gitu coba saya ingin bicara lagi sama V. V jadi bpk ini dapat 3 hadiah sekaligus..

V : Wah mas Fahmi selamat ya. Mimpi apa semalam? Anda hebat bisa dapat 3 hadiah sekaligus *heboh. Anda dapat kacamata terapi, filter air dan panci. Eh sebentar,, mas Fahmi jg berhak bawa pulang hadiah tambahan. tapi sebelumnya kami ingin tahu dari logo2 atm berikut mana yang mas punya?
Continue reading